Trump Memang Layak Dimakzulkan Kata Nancy Peloci

0
39
Donald Trump kumparan.com
Donald Trump kumparan.com
Ketua DR Amerika Serikat Nancy Pelosi mengatakan Presiden Donald Trump layak dimakzulkan. Karena ia merasa secara tidak langsung Trump mengakui sendiri melakukan suap terhadap Ukraina. Tindakan ini adalah sebuah pelanggaran yang bisa memakzulkan Presiden AS.
Diberitakan Reuters, pernyataan ini disampaikan Pelosi pada Kamis (14/11), sehari setelah sidang pemakzulan terbuka untuk publik pertama yang menghadirkan dua orang saksi.
“Suap itu adalah memberikan atau menahan bantuan militer dengan imbalan penyelidikan palsu untuk pemilu. Itu adalah penyuapan,” kata Pelosi.
“Apa yang presiden telah akui dan katakan sudah ‘sempurna’. Saya katakan itu sempurna salahnya. Itu penyuapan,” kata politisi Partai Demokrat lagi.
Berdasarkan konstitusi AS, presiden memang bisa dimakzulkan jika dia melakukan pelanggaran, salah satunya adalah penyuapan. 
Suap yang disinggung Pelosi berkaitan dengan permintaan Trump kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Juli lalu. Dalam percakapan dengan Zelensky, Trump meminta Ukraina menyelidiki tuduhan intervensi wakil presiden AS ketika itu, Joe Biden, pada kasus pengemplangan pajak perusahaan minyak Burisma.
Trump menuding Biden melakukan itu untuk menyelamatkan putranya, Hunter, anggota dewan komisaris Burisma. Agar Zelensky mau memenuhi permintaan itu, Trump menahan dana bantuan militer USD 391 juta untuk Ukraina.
Tindakan Presiden AS ke 45 ini dibongkar oleh seorang whistlebower kepada penyidik di AS. Diduga, Trump ingin menjungkalkan Biden yang akan jadi penantang terberatnya pada pemilu presiden 2020.
Kemudian pada September, Pelosi membuka penyelidikan pemakzulan Trump atas tuduhan melakukan tindakan ilegal dengan meminta bantuan asing agar menang pemilu.
Pelosi membandingkan tindakan Trump dengan Presiden Richard Nixon yang mundur pada 1974 karena skandal Watergate. Bahkan menurut Pelosi, Trump yang meminta bantuan asing untuk pemilu dan upaya menghalangi penyelidikan, lebih buruk dari Nixon.
Pelosi mengatakan tindakan Trump “membuat apa yang dilakukan Nixon terlihat remeh”.
Trump berkali-kali membantah seluruh tuduhan terhadap dirinya. Namun persidangan publik pertama pada Rabu (13/11) yang menghadirkan dua diplomat senior AS di Ukraina, William Taylor and George Kent, justru memberatkan Trump.
Sidang terbuka akan dilakukan lagi pada Jumat (15/11) dengan menghadirkan Marie Yovanovitch, bekas duta besar AS untuk Ukraina.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here