3 Isu yang Dikhawatirkan Jokowi: PKI, Asing, dan Kriminalisasi Ulama

0
154
Ada 3 isu besar yang selalu disampaikan calon presiden nomor urut 01 Jokowi di banyak kesempatan, baik forum resmi kepresidenan maupun pertemuan relawan untuk kampanye di Pilpres 2019.
Isu ini menurut Presiden Joko Widodo membuatnya gagal di beberapa daerah saat Pilpres 2014, salah satunya di Kabupaten Bogor. Isu pertama adalah tudingan bahwa dirinya merupakan antek PKI. Bolak-balik Jokowi membantah antek PKI.
Jokowi memperlihatkan sebuah gambar pimpinan PKI DN Aidit sedang berpidato pada tahun 1955. Dalam gambar tersebut, ada sosok Jokowi yang mendampingi di samping mimbar.
“Ini memang fitnah yang sangat brutal, fitnah sangat ngawur ini banyak yang percaya tapi. Banyak yang percaya ada sembilan juta yang percaya, di survei kita. Ini harus diluruskan. Loh logikanya aja enggak masuk, lahir saja belum,” ujarnya.
Presiden Joko Widodo (kanan) bersama Adian Napitupulu (kiri), pelantikan pelantikan 7000 Jokowi, Pergudangan Olympic BogorindoPresiden Joko Widodo (kanan) bersama Adian Napitupulu (kiri) di acara pelantikan pelantikan 7000 Jokowi di Pergudangan Olympic Bogorindo. (Foto:Iqbal Firdaus/kumparan)
Isu kedua, yang menerpa Presiden Indonesia ini adalah tudingan bahwa dirinya antek asing. Beliau membantah hal tersebut dengan mengatakan bahwa dirinya berhasil menasionalisasi sejumlah perusahaan tambang yang sebelumnya dikelola asing.
Tak hanya itu, Blok Rokan yang dikelola Chevron Amerika sudah sekian tahun, berhasil dipegang negara. Begitu juga yang paling menyita perhatian adalah Freeport yang dikelola Amerika 40 tahun.
pelantikan Jokowi Lantik 7000 Jokowi di Pergudangan Olympic BogorindoPendukung Jokowi menggunakan topeng Jokowi di acara pelantikan Jokowi Lantik 7000 Jokowi di Pergudangan Olympic Bogorindo. (Foto:Iqbal Firdaus/kumparan)
Isu terakhir, lanjut Joko Widodo, adalah kriminalisasi ulama. Ia mengatakan, hal tersebut tidak terbukti. Hal ini bisa dilihat dari sosok Ma’ruf Amin yang ia pilih sebagai calon wakil Presiden.
“Kita sedih lihat cara berpolitik yang tidak santun tidak beretika dan tidak bertata kerama,” imbuhnya
Dengan demikian, ia pun meminta kepada para relawan untuk menyampaikan kebenaran kepada masyarakat agar isu-isu hoaks yang menimpanya dapat hilang dari masyarakat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here