Beginilah Cara Menjelaskan Perceraian Orangtua pada Anak Dengan Baik

0
16
anak
abak terlengkap di kumparan.com

Perceraian bukanlah hal yang mudah bagi pasangan yang mengalaminya, terutama bagi mereka yang memiliki anak. Pikiran mereka yang masih lugu belum bisa memahami mengapa kedua orangtuanya tidak bisa bersatu lagi. Andapun merasa kesulitan untuk menjelaskan perceraian pada anak.

Cara menjelaskan perceraian pada anak dengan baik

Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa membantu Anda menjelaskan perceraian pada dan menghadapi konsekuensi yang ditimbulkan pada anak.

1. Kurangi dampak merusak pada anak

Saat perceraian sudah diambang mata, Anda dan pasangan cenderung lebih sering berdebat bahkan bertengkar. Usahakan agar anak tidak menyaksikan pertengkaran Anda.

Melihat kedua orangtua bertengkar akan berdampak buruk pada psikologis anak. Karenanya, pastikan bahwa si buah hati Anda sedang berada di tempat lain atau sedang tertidur jika Anda dan pasangan mulai berargumen.

2. Kenali perilaku anak yang tak biasa

Saat buah hati sadar orangtuanya akan berpisah, dia cenderung menjadi pendiam, kemudian marah-marah bahkan menangis tanpa alasan jelas.

Hal ini disebabkan oleh ketegangan yang terjadi pada kedua orangtuanya. Berusahalah untuk mengurangi beban emosional yang dirasakan oleh si buah hati dengan mengajaknya berbicara

3. Bantu anak melampiaskan apa yang ia rasakan

Ketika anak mulai menunjukkan perilaku emosional, bicaralah dengannya dan tanyakan apakah dia merasa sedih atas sesuatu, atau apakah dia ingin menangis.

Membantu mereka mengungkapkan perasaan lewat tangisan bisa mengurangi ketegangan emosional yang ia alami. Karena jika terus dipendam, akibatnya bisa lebih buruk bagi mereka.

4. Jelaskan situasinya dengan kalimat sederhana

Berusahalah jujur pada sang buah hati Anda melalui kalimat sederhana yang bisa dimengerti olehnya. Katakan bahwa ayah dan ibunya kadang bertengkar seperti halnya ia bertengkar dengan temannya.

Pastikan Anda juga memberitahunya bahwa ayah dan ibu selalu menyayanginya dan sangat bahagia dengan keberadaannya. Kemudian jelaskan bahwa ayah dan ibu akan memiliki dua rumah, dan keduanya adalah rumah untuk sang anak.

5. Tegaskan bahwa dia bukan alasan orangtua bercerai

Memastikan bahwa anak memahami bahwa dia bukanlah alasan ayah dan ibunya tak bisa bersama lagi adalah hal yang paling penting. Hal ini untuk mencegah anak merasa bersalah dan merasa dirinya tak berharga.

Perceraian memiliki dampak yang besar dalam kehidupan anak. Karena itu Anda harus memastikan psikologis mereka tetap terjaga setelah melihat kedua orangtuanya bercerai.

Berusahalah untuk terlihat rukun dan bersahabat di depan anak meskipun Anda dan pasangan sudah berpisah, dan luangkan lebih banyak waktu untuk bersama mereka agar dia tidak merasa kekurangan perhatian dari orangtuanya meski telah bercerai.

Download aplikasi kumparan di App Store atau di Play Store untuk dapatkan berita terkini dan terlengkap  JokowiPrabowo Subiant, Sandiaga Uno, Ma’ruf Amin, Pilpres 2019, harga emas, lowongan kerja, tiket pesawat, Bawaslu, Ratna Sarumpaet, SBY, Anies Baswedan, Ridwan Kamil, KPK, Jusuf Kalla, Wiranto, Mahkamah Konstitusi, Mahkamah Agung, Kemenlu, Kemenhub, Luhut Panjaitan , Susi Pudjiastuti, Raffi Ahmad, Nagita Slavina, Ayu Ting Ting, Luna Maya, Syahrini, Berita IndonesiaAnakBayiIHSGResep MasakanReview MakananKemenkeuSri MulyaniKemenhubKominfoCPNSPertaminaDolar ASTiket PesawatOJKPNSRupiahIbu HamilASIMPASISusu FormulaLiga SpanyolMahfud MDKivlan ZenWuling

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here