Persebaya Siap Tanggung Jawab Akibat Kerusuhan Bonek di GBT

0
12
Rusuh Persebaya
Rusuh Persebaya

Pasca kerusuhan di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) pada Selasa (29/10), Manajemen Persebaya Surabaya siap menerima konsekuensi akibat insiden sejumlah Bonek usai Bajul Ijo kalah 2-3 dari PSS Sleman pada lanjutan Liga 1 2019.

Media Officer Persebaya Nanang Priyanto mengatakan saat ini pihaknya masih menunggu hasil pengecekan yang dilakukan pemerintah kota (Pemkot) dan Dispora Surabaya terkait sejumlah kerusakan di GBT. Pihak Persebaya siap bertanggung jawab untuk memperbaiki semua kerusakan yang terjadi.

“Kami masih menunggu hasil perhitungan dari Pemkot dan Dispora soal kerusakan di GBT, kemungkinan besok atau lusa baru ketahuan. Setelah itu mereka akan melaporkan ke kami untuk kami perbaiki kerusakan-kerusakan tersebut. Kami tidak ganti rugi berupa uang, tapi kami betulkan lagi sesuai dengan standar yang sebelumnya ada di GBT,” kata Nanang kepada, Rabu (30/10).

Tak hanya itu Persebaya juga menunggu keputusan dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI terkait sanksi yang bakal dijatuhkan kepada Bajul Ijo. Ia berharap sanksi yang diberikan nantinya tidak terlalu banyak dan merugikan Persebaya.

Meski begitu beberapa opsi sudah disiapkan manajemen terkait stadion yang bakal digunakan jika Persebaya harus terusir dari Stadion GBT yang juga merupakan salah satu calon venue gelaran Piala Dunia U-20 2021. Namun, Nanang masih enggan menyebutkan opsi stadion yang dimaksud.

Ya, semoga sanksinya tidak terlalu besar karena ini sudah mau akhir kompetisi. Kami berharap setelah ini masih bisa pakai GBT. Tapi semua masih menunggu keputusan dari PSSI, Pemkot, Dispora dan pihak kepolisian terkait izin penggunaan GBT,” ucap Nanang.

Sejumlah Bonek masuk lapangan dan merusak sejumlah fasilitas yang ada di Stadion GBT usai Persebaya kalah 2-3 dari PSS dalam lanjutan Liga 1 2019. Mulai dari bangku pemain cadangan, papan iklan sponsor, lintasan atletik, jaring gawang, dan rumput stadion rusak terbakar akibat amukan Bonek.

Bonek mengungkapkan kemarahan lantaran Persebaya belum meraih kemenangan di enam laga berturut-turut. Bajul Ijo hanya bisa meraih dua hasil imbang dan empat kali kalah beruntun dari enam laga.

Hasil itu membuat posisi Persebaya masih tertahan di papan tengah Liga 1 2019 dengan mengoleksi 31 poin dari 25 pertandingan. Sementara itu PSS naik ke peringkat kelima dengan raihan 39 poin dari 25 laga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here