Susi Pudjiastuti soal Kapal MV Nika: Sering Curi Ikan

0
106
Susi Pudjiastuti terlengkap di kumparan.com
Susi Pudjiastuti terlengkap di kumparan.com

Menteri Kalautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bersama unsur TNI AL dan Polri melakukan pemeriksaan ke dalam Kapal MV Nika berbendera Panama. Saat ini kapal berada di Dermaga Golden Fish Barelang, Batam, Kepulauan Riau.

Kapal yang diamankan KP ORCA 3 dan 2, milik Satuan Tugas 115 di sekitar Perairan Pulau Weh, Aceh, 2 Juli 2019, menurut Susi Pudjiastuti merupakan kapal yang terindikasi banyak permasalahan. Di antaranya memalsukan certificate of registration di Panama yang menyatakan dirinya adalah General Cargo Vessel.

Dugaan pelanggaran kedua, berdasarkan laporan dari the Convention on Antarctic Marine Living Resources (CCAMLR) dan Inspection Report UK-Marine Management Organization (UK-MMO), MV Nika melakukan penangkapan ikan tanpa izin dan atau transhipment di zona 48.3 B, yaitu di dalam wilayah The South Georgia and The South Sandwich Islands dan The Falklands Island (Islas Malvinas).

Dugaan pelanggaran ketiga, menggunakan data AIS milik kapal lain yang bernama Jewel of Nippon untuk mengaburkan identitas asli MV Nika ketika memasuki wilayah CCAMLR untuk menangkap ikan.

Terakhir, berdasarkan informasi dari Interpol, Pemerintah Panama, IMO GISIS dan UK-MMO Inspection Report, MV Nika telah dikonfirmasi dimiliki oleh pemilik yang sama dengan pemilik FV STS-50, yaitu Marine Fisheries Co Ltd.

“Pelanggaran itu berdasarkan hasil koordinasi dengan Interpol,” kata Susi, di Batam, Senin (15/7/2019).

Susi Pudjiastuti mengatakan, MV Nika merupakan kapal buruan Interpol sejak Juni 2019, karena diduga memalsukan sertifikat registrasi (certificate of registration) di Panama. Sebab, kapal ini menyatakan diri sebagai kapal kargo, namun kenyataannya mengangkut ikan.

MV Nika sendiri memiliki 28 ABK yang terdiri dari 18 ABK kewarganegaraan Rusia dan 10 ABK lainnya merupakan WNI. Di dalam kapal juga terdapat alat tangkap bubu yang berada di luar palka.

“Kami sudah membentuk multinational investigation support team (MIST) yang terdiri Indonesia, Panama, Interpol, CCAMLR dan pihak Amerika Serikat untuk mendalami dugaan tindak pidana yang dilakukan kapal tersebut,” ujar dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here